
Toxoplasmosis adalah penyakit infeksi pada manusia dan hewan yang disebabkan oleh Toxoplasma gondii. Penyakit ini tersebar diseluruh dunia dan menyerang hewan dan manusia.
Penyebaran
Toxoplasma gondii menyerang pada hewan dan manusia. Pada hewan, umumnya protozoa ini menyerang kambing, domba, babi, sapi, burung, kucing, dan hewan-hewan yang hidupnya dekat dengan tanah. Infeksi pada hewan bersifat menahun, maka daging yang mentah atau setengah matang menjadi sumber infeksi untuk manusia, karnivora, dan kucing.
Infeksi pada manusia diperoleh melalui:
Ookista yang berasal dari faeces pejamu definitif (kucing) tertelan melalui mulut.
Makan daging setengah matang berasal dari binatang yang mengandung kista infektif
Penularan kongenital dari ibu terhadap bayi pada bulan-bulan pertama kehamilan.
Toxoplasmosis dapat dibagi menjadi empat kategori, yaitu:
Infeksi pada pasien imunokompeten
Infeksi pada pasien imuno-defisien
Infeksi mata
Infeksi kongenital
Pada masing-masing kategori gejala dan tanda-tanda klinis tidak khas, bervariasi, luas, sehingga memerlukan diagnosis banding yang luas pula. Masing-masing kategori membutuhkan interpretasi dan diagnosis yang berbeda-beda. Artikel ini hanya akan membahas toxoplasmosis infeksi kongenital yaitu toxoplasmosis yang ditularkan melalui ibu hamil dan bayi yang dikandungnya.
Gejala
Manusia yang terserang toxoplasmosis pada umumnya tidak mengalami gejala klinik yang spesifik. Pada orang dewasa hanya 10-20% kasus toxoplasmosis yang menunjukkan gejala, sisanya asimtomatik dan tidak sampai menimbulkan gejala konstitusional (Pohan, 509). Walaupun sebagian besar tidak mengalami gejala klinis, tetapi gejala-gejala ringan pada umumnya adalah:
Demam.
Nyeri pada tenggorokan.
Nyeri otot dan kelelahan yang sangat.
Pembesaran kelenjar pada leher, lipatan lengan, dan paha (limfedenopati)
Pada kasus kasus tertentu gejala berkembang menjadi kaburnya penglihatan dan hilang penglihatan secara temporer.
Cara lain untuk mengetahui bahwa seseorang tersebut menderita toxoplasmosis atau tidak selain dilihat dari gejala-gejala klinis yang timbul, bisa dilakukan pemeriksaan darah untuk mengukur 2 level antibodi (IgG dan IgM). Hasil dari uji darah ini akan menunjukkan apakah orang tersebut terjangkit suatu penyakit atau tidak, termasuk toxoplasmosis.
Penderita toxoplasmosis yang asimtomatik pada umumnya tidak merasa menderita penyakit ini sampai akhirnya penderita sembuh dengan sendirinya jika kekebalan tubuh mereka baik (tidak hamil atau menderita AIDS atau kanker) dan secara otomatis akan terbentuk antibodi pada tubuh penderita. Jika pada penderita yang sembuh dari toxoplasmosis tersebut hamil (paling tidak terjangkit pada enam sampai sembilan bulan sebelum kehamilan) maka toxoplasmosis tersebut tidak akan aktif kembali dan bahkan antibodi terhadap penyakit ini dapat tersalurkan ke bayi. (http://familydoctor.org/180.xml. update 7/05. Online 16/12/05)
Infeksi Kongenital
Infeksi kongenital adalah infeksi yang ditularkan melalui ibu hamil ke bayi yang sedang dikandungnya. Toxoplasmosis ini dapat diperoleh ibu hamil tersebut sebelum kehamilan atau terinfeksi pada masa kehamilan. Penularan infeksi ini berakibat langsung pada bayi yang dikandungnya, berat ataupun ringan.
Pohan (510) membagi manifestasi klinis infeksi ini menjadi 8:
Abortus atau lahir mati
Bayi tidak terinfeksi
Bayi terinfeksi tanpa gejala klinis
Bayi terinfeksi tanpa gejala klinis pada mulanya, kemudian timbul gejala klinis
Bayi terinfeksi dengan gejala subklinis
Bayi terinfeksi dengan gejala sistemik
Bayi terinfeksi dengan gejala neurologik dengan atau tanpa korioretinitis
Bayi terinfeksi dengan korioretinitis
Dari sumber-sumber lain yang dikumpulkan, infeksi toxoplasmosis kongenital dapat mengakibatkan keguguran atau lahir mati, bayi dengan cacat bawaan seperti hidrosefalus, mikrosefalus, anensefalus, meningoensefalitis, kelainan pada mata, kerusakan pendengaran, pembesaran hati dan limpa, sakit kuning, pneumonia, keterbelakangan mental, cerebral palsy, atau bayi lahir kecil.
Penanganan
Penangan dan pengobatan wanita hamil dengan toxoplasmosis yaitu dengan:
Konseling yang berkaitan dengan infeksi toxoplasmosis, resiko terhadap fungsi reproduksi, dan hasil konsepsi.
Selama kehamilan ibu hamil diterapi dengan spiramisin atau setelah kehamilan 14 minggu ibu diberi terapi dengan pirimethamin dan sulfonamida. Gabungan dari obat pirimethamin dan sulfonamida atau antibiotika spiramisin dapat menanggulangi infeksi dan menghambat kelanjutan proses anomali kongenital
Evaluasi kondisi antigen dan titer imunoglobulin anti toxoplasmosis
Upayakan persalinan pervaginam dan apabila terjadi disproporsi kepala panggul yang disebabkan oleh hidrosefalus, lakukan kajian ketebalan korteks untuk pilihan penyelesaian persalinan.
Pencegahan
Infeksi toxoplasmosis dapat dicegah, yaitu dengan:
Masak daging yang akan dimakan dengan benar-benar matang
Cuci bersih buah yang akan dimakan
Hindari telur setengah matang dan susu yang tidak dipasteurisasi
Cuci bersih peralatan memasak setelah dipakai
Jauhkan binatang peliharaan, lalat, dan kecoa dari makanan
Pergunakan sarung tangan dan penutup mulut jika berkebun.
Jika tetap ingin memelihara kucing selama kehamilan, maka:
Jauhkan wanita hamil dari kucing
Wanita hamil tidak diperbolehkan untuk memegang segala sesuatu yang berkaitan dengan kucing, khususnya membuang kotoran kucing. Kalaupun terpaksa, maka gunakan sarung tangan dan penutup mulut sekali pakai, setelah itu segera cuci tangan.
Jangan beri makan kucing atau peliharaan dengan makanan yang tidak atau kurang matang.
(ajeng, dikumpulkan dari berbagai sumber)
huuuuu, trus nasibku pecinta kucing ni gimana ????